
BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya mentransformasi sektor perhubungan menuju transportasi modern untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Begitu kata Asisten Administrasi Umum, Sulpakar saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung pada Upacara Bulanan di Lapangan Korpri, Rabu (17/6/2026).
Sulpakar menekankan, perubahan zaman yang dinamis membawa tantangan lokal yang harus segera diselesaikan secara berkelanjutan.
“Kita masih menghadapi persoalan mendasar seperti kepastian regulasi dan perlindungan ekosistem transportasi online, penanganan kendaraan (Over Dimension Over Load) yang merusak jalan, hingga menurun daya saing angkutan umum konvensional,” ungkapnya.
Pemprov Lampung menyiapkan transformasi menyeluruh dengan mengintegrasikan seluruh simpul transportasi (pelabuhan, stasiun, bandara, dan terminal) agar pergerakan masyarakat dan logistik lebih cepat, aman, dan efisien.
Capaian Konkret
Sebagai jawaban atas tantangan regulasi, keselamatan, dan modernisasi, Pemprov Lampung bersama pemangku kepentingan telah mengimplementasikan capaian nyata:
1. Green Transportation
Lampung sukses mengoperasikan layanan Smart BRT Itera di sektor darat. Kemajuan diperkuat masuknya investasi asing melalui armada Taksi Listrik Green SM yang membuktikan kepercayaan investor pada ekosistem kendaraan listrik rendah emisi.
2. Keselamatan Penyeberangan Selat Sunda
Konektivitas Sumatera–Jawa kian solid berkat pengoperasian KMP Dalom I rute Bakauheni–Merak, optimalisasi dua dermaga eksekutif, serta peremajaan armada kapal reguler dan eksekutif.
3. Bandara Internasional
Konektivitas udara dapat angin segar setelah Bandara Raden Inten II resmi kembali menyandang status Bandara Internasional. Momentum ini akan memperluas aksesibilitas Lampung.
Rencana ke Depan
Sejumlah rencana besar dimatangkan agar infrastruktur transportasi Lampung mampu menampung pertumbuhan ekonomi masa depan:
1. Optimalisasi Jalur Kereta Api dan Logistik Batubara
Fokus pada pembangunan jalur ganda double track lintas Muara Enim–Prabumulih–Tegineneng–Tarahan. Tujuannya meminimalkan beban jalan raya akibat kendaraan besar termasuk ODOL.
2. Pengembangan Kawasan Pesisir dan Terminal Regional
Terdiri dari 5 pelabuhan pengumpan regional dengan memprioritaskan pengoperasian Pelabuhan Sebalang guna mendongkrak ekonomi pesisir.
3. Peningkatan Terminal Tipe B
Dari 15 terminal Tipe B yang dikelola Pemprov, enam terminal telah dielaborasi. Kualitas pelayanannya akan terus ditingkatkan secara bertahap.
Sulpakar meminta seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu visi padu.
“Mari jadikan sektor transportasi sebagai roda penggerak utama menuju Lampung maju, inklusif, terkoneksi, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Kmf)